Memancing bukan hanya sekadar hobi, melainkan seni menaklukkan spesies ikan tertentu dengan teknik, alat pancing, dan umpan yang sesuai. Setiap pemancing memiliki target spesies berbeda, baik di air tawar maupun laut. Berikut ini adalah jenis ikan target dalam memancing beserta karakteristik dan tips singkat penangkapannya.
1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Ikan mas adalah target favorit pemancing kolam air tawar. Ukurannya bervariasi dari 200 gram hingga 5 kg bahkan lebih. Ikan ini memiliki kekuatan tarikan cukup kuat dan biasanya memakan umpan racikan pelet, kroto, atau roti.
Tips: Gunakan mata kail kecil, senar halus 0.18 – 0.25 mm, dan pelampung kecil agar umpan mudah tersedot. Waktu terbaik pagi hingga siang.
2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila banyak terdapat di sungai, waduk, dan kolam. Tekstur dagingnya gurih, membuatnya populer untuk konsumsi. Nila menyukai umpan pelet halus, lumut sawah, atau cacing.
Tips: Pakai pelampung mini dengan kail no. 3-5 dan senar kecil untuk memancing di permukaan atau dasar dangkal.
3. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
Mirip nila, mujair memiliki warna lebih gelap dan badan lebih ramping. Umpannya sama dengan nila, namun ia lebih agresif memakan lumut hijau.
Tips: Gunakan mata kail kecil dan umpan lumut dengan sedikit garam untuk menambah aroma.
4. Ikan Lele (Clarias sp.)
Ikan lele memiliki daya tahan hidup tinggi dan menjadi target utama di kolam harian malam hari. Umumnya pemancing menggunakan umpan usus ayam, cacing, atau pelet aroma amis.
Tips: Memancing lele efektif pada malam hari karena aktivitas makannya meningkat. Gunakan rangkaian glosor atau pelampung besar dengan senar minimal 0.25 mm.
5. Ikan Patin (Pangasius sp.)
Ikan patin banyak dipancing di sungai besar atau kolam galatama. Tarikannya kuat dan berenang zig-zag.
Tips: Gunakan umpan pelet dengan campuran essen aroma buah atau amis. Senar minimal 0.30 mm untuk menahan perlawanan patin ukuran besar.
6. Ikan Gabus (Channa striata)
Ikan predator air tawar ini agresif terhadap umpan hidup seperti katak kecil atau ikan cere. Gabus memiliki tarikan kuat dengan lompatan khas saat menyambar umpan.
Tips: Gunakan teknik casting dengan lure katak buatan (froggy lure) di spot rawa, pinggir sawah, atau danau dangkal berumput.
7. Ikan Baung (Hemibagrus sp.)
Baung banyak dijumpai di sungai besar. Ikan ini mirip patin tetapi memiliki kepala lebih pipih. Baung menyukai umpan cacing, udang, atau potongan ikan.
Tips: Waktu terbaik malam hari. Gunakan timah pemberat agar umpan tetap di dasar sungai.
8. Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
Bawal adalah ikan agresif yang menyerang umpan dengan cepat. Cocok untuk pemancing kolam harian atau galatama. Umpan favoritnya pelet, roti tawar, atau jangkrik.
Tips: Senar minimal 0.25 mm karena giginya tajam. Jika di kolam galatama, gunakan rangkaian dasaran dua mata kail.
9. Ikan Toman (Channa micropeltes)
Ikan toman termasuk predator besar di sungai Kalimantan dan Sumatera. Tarikan toman sangat kuat dan memiliki agresivitas tinggi.
Tips: Gunakan teknik casting dengan lure besar atau umpan hidup. Pastikan reel dan joran memiliki drag kuat.
10. Ikan Sidat (Anguilla sp.)
Sidat adalah target memancing di sungai berbatu dengan arus deras. Bentuknya mirip belut besar. Sidat menyukai umpan cacing, udang, atau potongan ikan.
Tips: Gunakan rangkaian glosor dengan pemberat sesuai arus. Waktu efektif sore hingga malam.
11. Ikan Baramundi/Kakap Putih (Lates calcarifer)
Di air payau dan laut, baramundi menjadi target utama. Tarikannya cepat dan melawan keras. Umpannya adalah udang hidup, ikan kecil, atau lure minnow.
Tips: Gunakan joran kelas medium-heavy dengan senar PE 2-3. Spot terbaik adalah muara sungai saat air pasang naik.
12. Ikan GT (Giant Trevally)
GT atau kerapu jack adalah ikan target para pemancing laut dalam. Tarikannya brutal hingga reel dipaksa bekerja keras. GT memakan lure popper besar atau jig metal.
Tips: Gunakan popping rod dan reel kelas heavy. Drag minimal 10-15 kg dengan senar PE 5 ke atas.
13. Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson)
Tenggiri adalah ikan predator cepat di laut yang terkenal dengan dagingnya lezat untuk sarden atau bakar. Tenggiri menyambar umpan trolling seperti spoon atau minnow panjang.
Tips: Teknik trolling paling efektif dengan kecepatan 5-8 knot. Gunakan kawat leader untuk mencegah putus oleh giginya yang tajam.
14. Ikan Kerapu (Epinephelus sp.)
Kerapu adalah target memancing dasar di karang. Dagingnya mahal dan lezat. Umumnya dipancing dengan umpan ikan kecil atau udang besar.
Tips: Gunakan rangkaian dasaran heavy dengan senar PE 4 ke atas. Pastikan drag reel disetel tinggi untuk menahan tarikan awal.
15. Ikan Kakap Merah (Lutjanus campechanus)
Kakap merah banyak dijumpai di laut dalam. Ikan ini menyukai umpan potongan ikan atau cumi. Rasanya sangat enak untuk masakan steam atau bakar.
Tips: Gunakan teknik bottom fishing dengan timah pemberat besar sesuai arus.
16. Ikan Layur (Trichiurus sp.)
Layur biasa dipancing malam hari dengan lampu penerang di kapal. Bentuknya panjang mirip pita dan bergerombol.
Tips: Gunakan umpan udang atau ikan kecil. Senar fluorocarbon direkomendasikan karena lebih tidak terlihat di air.
17. Ikan Belanak (Mugil sp.)
Belanak banyak dijumpai di muara dan pinggir pantai. Ukurannya sedang dan biasanya dipancing untuk konsumsi harian.
Tips: Gunakan umpan lumut laut atau adonan roti halus. Pelampung kecil membantu melihat sambaran.
18. Ikan Cucut (Hiu Kecil)
Beberapa pemancing menargetkan hiu kecil untuk pengalaman berbeda. Cucut menyambar potongan ikan dengan agresif.
Tips: Gunakan rangkaian kawat baja untuk leader agar giginya tidak memutus senar.
19. Ikan Pari (Dasyatidae)
Ikan pari adalah target ekstrem di dasar laut atau muara. Beratnya bisa puluhan kilogram. Umpan favoritnya adalah potongan ikan atau cumi besar.
Tips: Gunakan joran heavy dengan reel dan drag besar. Bersiaplah melawan dengan sabar karena tarikan pari berat dan menahan di dasar.
20. Ikan Bandeng (Chanos chanos)
Bandeng dipancing di tambak, muara, dan laut dangkal. Umpannya lumut laut atau adonan roti. Tarikannya kuat dan gesit.
Tips: Gunakan kail kecil dan pelampung sensitif karena bandeng makan umpan sangat halus.
Memahami karakteristik ikan target sangat penting sebelum memancing. Pengetahuan tentang habitat, waktu makan, dan jenis umpan akan meningkatkan hasil tangkapan. Baik di air tawar maupun laut, pastikan peralatan sesuai dengan ukuran dan kekuatan ikan yang diincar. Selain itu, kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama kesuksesan memancing.
Raka adalah seorang pecinta alam yang memiliki hobi memancing sejak usia remaja. Baginya, memancing bukan hanya sekadar mencari ikan, tetapi juga cara untuk menenangkan pikiran dan menikmati suasana alam terbuka. Ia gemar menghabiskan waktu di tepi danau, sungai, maupun laut sambil menunggu umpan disambar ikan. Dengan perlengkapan sederhana namun terawat, Raka selalu berusaha mempelajari teknik baru, mulai dari casting, jigging, hingga memancing dasar. Selain itu, ia aktif mengikuti komunitas pemancing untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan tentang dunia perikanan. Memancing telah menjadi bagian penting dalam hidupnya sebagai bentuk relaksasi sekaligus tantangan yang selalu menyenangkan.


